Rhanawangsa

Kami adalah Rhanawangsa, sebuah keluarga kecil yang sedang memulai sebuah langkah untuk menjadi besar. Rhanawangsa sama seperti keluarga lain. Kami tidak istimewa. Yang membedakan adalah kami mempunyai mimpi bersama lebih dari sekedar mimpi individual.

Bagi Rhanawangsa, Islam adalah pandangan hidup. Namun kami bukan pengikut agama yang fanatik secara buta. Keberadaan akal selalu mutlak dalam cara pandang kami. Kami percaya, pengertian agama yang selaras dengan akal, dan berjalannya akal sesuai syariat agama, merupakan inti dari kebenaran yang lurus. Dan di atas kebenaran itulah kami, Rhanawangsa menentukan jalan dalam melangkah.

Mengapa Rhanawangsa?

Kata Rhanawangsa berasal dari dua kata: Rhana dan Wangsa.

Rhana adalah kata slang yang berarti Raja. Dari mana slangnya? Dari kata Rani. Dahulu saat zaman zaman kerajaan kuno, penguasa pria biasa disebut Raja, dan penguasa wanita disebut Rani. Dari kedua kata itulah kemudian muncul istilah Maharaja dan Maharani. Contohnya di zaman kerajaan Majapahit, ada Raden Wijaya yang bergelar Maharaja dan putrinya Tribhuwana Tunggadewi yang bergelar Maharani.

Namun di sini, yang digunakan hanyalah kata Rani. Dari kata Rani ini dijadikan kata slang. Rani yang berarti penguasa wanita dipecah menjadi dua: Rhana dan Rhini. Rhana berarti penguasa pria (raja), Rhini berarti penguasa wanita (ratu). Untuk tiap individu, kata yang digunakan adalah salah satu dari Rhana atau Rhini tergantung gender. Tapi untuk keseluruhan keluarga, yang digunakan adalah Rhana sebagai simbol pemimpin keluarga.

Wangsa adalah kata yang berasal dari bahasa Sansekerta dan juga ada dalam bahasa Jawa Kuno yang berarti keluarga. Masih menggunakan contoh dari kerajaan kuno, pada zaman Mataram Kuno, kerajaan dipimpin oleh tiga keluarga secara bergantian: Sailendrawangsa, Sanjayawangsa, dan Isanawangsa. Kata wangsa memang ditempatkan di akhir karena bahasa Sansekerta menganut pola Menerangkan - Diterangkan.

Jadi dengan dua kata Rhana dan Wangsa yang telah didapat, kami menggabungkannya menjadi satu nama keluarga yang utuh: Rhanawangsa, yang berarti Keluarga Raja.

Kami Rhanawangsa.

Rhana Rhadhiyant

Halo dunia.

Aku Rhana Rhadhiyant, putra pertama Rhanawangsa. Creator dan Super Admin Rhanawangsa.com

Aku mengenyam pendidikan yang berwarna-warni. TK Raden Fatah, SD Muhammadiyah I Sda, MTsN Sda, SMAN 3 Sda, S1 Teknik Informatika Untag Sby, dan S1 Manajemen Unair. Pendidikan lain ada di LPPQ Al Karim (Pengajar Al Quran), Kelatnas Indonesia Perisai Diri (Pencak Silat), dan Hitman System (Sekolah Cinta). Kalau dicermati spesialisasi dan status dari tiap institusi itu, baru keilhatan kalau alur pendidikan yang aku jalani tidaklah linier, tapi meluas. Itulah maksudku dengan menyebut pendidikanku berwarna-warni.

Saat ini aku sedang bekerja di sebuah perusahaan web agency asing di Surabaya sebagai Junior Web Programmer dan sedang mengabdi di Kelatnas Indonesia Perisai Diri Cabang Sidoarjo sebagai Koordinator Divisi Humas.

Ngomong-ngomong, jika ada dari kalian yang pernah atau sedang berada di satu institusi dengan aku, entah itu pendidikan atau pekerjaan, jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi walau sekedar mengucapkan "Halo." Aku akan dengan senang hati berteman dengan siapapun.

Oiya, ini link kontakku di dunia maya.
rhadhiyant@ymail.com
rhadhiyant@gmail.com
facebook.com/rhadhiyant

Hoey kenalin, aku anak ketiga di Rhanawangsa.

Lahir pada hari Sabtu Pahing membuat ayah selalu bilang kalau aku adalah orang paling tempramental di muka bumi. Alay -_- Terus ayah mesti bilang kalau orang yang lahir pada "weton" itu selalu gak mau kalah, ngeyelan, marah-marah. Padahal sebenarnya kebalikan, aku orang yang paling adem di rumah. Hahaha.

Di antara keempat anak, akulah yang paling ngejomblo, maksudnya dari kecil selalu diajari mandiri. Sedari TK udah jarang dianter sama ibuk, jadinya hampir diculik dua kali. >Ini fakta<

Waktu SD dan SMP juga pulang-pergi ngepit dan sering melewati jalan-jalan yang berbeda. Perjalanan pulang sekolah itu bagaikan petualangan buat Ucun kecil. Oh ya, sejak kelas 6 SD sampai sekarang, aku mendapatkan nama kecil "Ucun" dari adik mungilku yang menamai dirinya "Icin". Bahkan nama itu melekat sampai sekarang. Oh My...

Belum ada yang istimewa untuk diceritakan tentang diriku. Kalaupun ada, itu berarti keluarga dan saudara-saudaraku yang membuatnya istimewa.

 

Good morning everyone...