Apa ga malu pas nanti di hari kiamat kita dihardik oleh Nabi Muhammad karena telah mengambil ilmu darinya tapi pas ada keturunannya yang salah kita tidak mau mengingatkan?
Ada orang yang mencela habib dengan mengatakan, mereka adalah orang yang sama dengan orang awam, ga ada kelebihannya, malah habib itu gila kehormatan, orang yang suka mengklaim dirinya ahli surga, dan mengajarkan bid'ah. Well, kalau ada nominasi orang paling berani di dunia ini, maka orang yang berani mencela habib inilah yang akan keluar sebagai pemenang dan dapat hadiah paket liburan ke neraka.
 
Faktanya, habib memang orang biasa. Bisa punya salah. Tapi yang perlu diingat, mereka itu keturunan Nabi Muhammad. Mereka punya silsilah. Kalau ada orang yang meragukan silsilah itu, ya beda lagi urusan. Tapi sebagai orang awam, menghormati keturunan Nabi Muhammad itu penting. Bukan karena orangnya, tapi karena Nabi Muhammadnya, kakek moyang dari para habib itu.
 
Terlepas dari mereka punya salah atau tidak, semua orang juga begitu. Bahkan guru-guru dari orang yang suka mencela itu juga manusia yang pasti sama punya salahnya dengan para habib. Lantas, kenapa dengan posisi yang sama punya salahnya, mereka mencela habib tapi tidak mencela gurunya sendiri? Kalaupun habib salah, ya diingatkan dong. Bukan malah dicela gitu. Masak sudah mengambil ilmu dari Nabi Muhammad, tapi saat melihat ada keturunan Beliau yang salah kita membiarkan saja atau malah mencela? Apa ga malu pas nanti di hari kiamat kita dihardik oleh Nabi Muhammad karena telah mengambil ilmu darinya tapi pas ada keturunannya yang salah kita tidak mau mengingatkan? Ya mestinya diingatkan baik-baik, dong.
 
Kita harus bercermin pada Nabi Ibrahim yang memiliki ayah seorang kafir. Saat ayahnya salah, Nabi Ibrahim tidak mencontohnya tapi mengingatkan. Beliau tidak pernah mencela ayahnya sendiri, tidak juga memusuhi ayahnya. Beliau tetap menghormati sembari memberi nasehat. Maka seperti itulah seharusnya sikap kita terhadap habib. Mereka bukan orang yang selalu benar. Tapi mereka keturunan Nabi Muhammad. Jika salah, diingatkan baik-baik, bukan mencelanya yang malah bisa membuat perpecahan dalam umat.
 
Satu hal lagi yang lucu. Orang yang suka mencela mengatakan habib itu mengajarkan bid'ah. Jika habib itu tidak mengajarkan tawassul misal, mereka mengikuti. Tapi kalau habib itu bertawassul, mereka mencela. Sekarang begini, apa dasar mereka dalam melakukan itu? Ya dasarnya adalah kebenaran yang mereka yakini. Kebenaran yang mereka yakini itulah yang diikuti secara buta dengan membabat habis siapapun yang bertentangan, termasuk habib. Mestinya mereka merenungkan apa yang dikatakan oleh keturunan Nabi Muhammad, salah atau benar, bukan langsung membabat seperti itu. Keliatan banget loh, akhirnya mereka itu memandang benar agama dari sudut pandang keyakinannya sendiri tanpa mengindahkan pandangan orang lain.
 
Yang ingin bertemu Nabi Muhammad,
Rhana Rhadhiyant