Mencintaimu tanpa cela. Frasa sederhana penuh makna. Mengisyaratkan cinta yang sempurna. Anugerah suci dari nirwana.

Mencintaimu tanpa cela.
Frasa sederhana penuh makna.
Mengisyaratkan cinta yang sempurna.
Anugerah suci dari nirwana.

Tapi diri ini tak sempurna.
Penuh dusta nan durhaka.
Hanya munculkan lara nestapa.
Cintaku mustahil tanpa cela.

Aku ingat waktu itu, saat awal aku mengukir janji di hatimu. Aku berjanji akan membahagiakanmu. Bibirmu yang melengkung ke bawah tanda cemberut, akan kuubah hingga melengkung ke atas tanda tersenyum. Janji yang sama seperti yang aku ikrarkan dalam hati sebelum aku mendapatkanmu.

Namun seiring berjalannya waktu, sepertinya aku mulai lupa dengan janjiku. Pertengkaran besar menerjang kita. Iya benar seringkali kita tertawa bersama dan betapa indahnya saat-saat itu. Tapi saat terjadi pertengkaran, rasanya badai besar sedang menerjang dan kita terombang-ambing di tengah-tengahnya.

Entahlah. Aku sangat cemburu jika ada hal yang berhubungan dengan kamu. Bukannya ingin mengenang masa lalu, tapi dulu saat aku berpacaran dengan wanita lain, siapapun dia, aku tidak pernah secemburu ini. Tidak pernah segila ini. Baru kali ini aku menjadi benar-benar terobsesi dengan wanita, dan wanita itu adalah kamu. Selamat ya. Kamu yang pertama buat aku sampai secemburu ini.

Sesaat kemudian, aku kembali merenungi pertengkaran yang terjadi antara kita. Betapa cemburuku hanya mendatangkan luka antara kita.

Di satu sisi, aku sangat pencemburu. Jujur aku sangat menyesalkan semua yang telah terjadi padamu, semua yang kamu lakukan, walau terpaksa. Semuanya. Aku tidak rela dengan semua itu walaupun itu atas nama kerja dan kamu tidak melampaui batas, tetap saja aku cemburu. Aku tidak terima dengan kejadian itu. Sungguh tidak terima.

Api kecemburuan membakar sangat panas. Kamu sendiri kalau cemburu bagaimana rasanya? Panas, kan? Merasakan juga kan panasnya? Nah sama, aku juga. Bahkan aku tidak tahu bagaimana cara mengungkapkannya karena saking panasnya. Rasanya dunia berputar-putar.

Entahlah. Mungkin aku terlalu cinta.

Di sisi lain, aku kembali ingat janjiku. Terlebih saat melihatmu terluka, aku jadi goyah sebenarnya. Perlahan-lahan aku memaafkanmu dan menerimamu kembali. Hatiku memang tersayat dan luka, tapi akan kubalut hingga ia sembuh. Memang aku tidak terima, dan selamanya tetap tidak terima. Tapi aku teringat janjiku yang akan membahagiakan kamu, dan kemudian aku memaafkan kamu.

Itulah sebabnya, semarah-marahnya aku, aku tidak pernah benar-benar memutuskan kamu.

Perlahan-lahan aku memikirkan kembali tugasku yaitu membahagiakanmu. Mencintaimu tanpa cela. Memang aku tetap tak terima dengan semua kejadian itu dan memang cintaku tak mungkin tak bercela. Tapi aku tak peduli. Tugasku hanyalah mencintaimu dengan cinta yang tanpa cela. Dan hal-hal lain yang menyertai, baik dan buruknya, itu urusan Allah Yang Maha Mengatur.

Akhirnya aku hanya bisa mengingat, aku hidup ini dari Allah, untuk Allah, dan akan kembali kepada Allah. Semua akan dipertanggungjawabkan. Dan setiap orang bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri. Lantas mengapa aku merepotkan hal-hal yang bukan urusanku dan di luar kendaliku?

Hal terbaik yang bisa kulakukan adalah percaya pada pasanganku. Percaya kepada seseorang itu bukanlah hal yang buruk, kok. Kemudian aku hanya perlu mengurusi perbuatanku saja agar lebih baik. Yang penting aku memberikan yang terbaik. Kalau nanti ada yang curang, biarlah itu menjadi urusan yang bersangkutan dengan Allah. Sebab perilaku itu akan dipertanggungjawabkan oleh setiap insan kepada Tuhannya kelak.

Urusanku adalah tanggung jawabku, dan biarlah orang lain mengurusi urusannya sendiri. Masing-masing pribadi bertanggung jawab atas perilakunya sendiri. Sedangkan hal lain yang menyertainya, baik-buruknya, jujur dan bohongnya, itu adalah urusan Allah Yang Maha Mengatur.

Yap. Allah Maha Mengatur. Aku memberinya kepercayaan dan perlakuan terbaik, itulah cinta tanpa cela yang bisa kuberikan. Yap, itulah cinta tanpa cela.

Mencintaimu tanpa cela.
Frasa sederhana penuh makna.
Mengisyaratkan cinta yang sempurna.
Anugerah suci dari nirwana.