...jujur saya tidak setuju dengan pernyataan ini, karena buat saya mendekat kepada ALLAH itu hukumnya utama, persoalan apakah kemudian saya akan diberi pasangan yang soleh atau tidak itu mutlak hak ALLAH...

Assalamu'alaikum.

Suatu ketika di kantor saat semua pekerjaan telah tuntas dikerjakan, iseng aku membuka website ini. Saat aku login di halaman admin, kulihat ada tulisan biodata adikku yang belum di-publish. Iseng aku buka. Seraya mem-publish-nya, aku membenarkan kata-kata yang salah. Dan aku merasa ada yang kurang. Yap, itu adalah foto.

Tapi foto apa yang dipakai? Aku sedang tak punya fotonya kali ini. Membuka halaman facebook? Tidak boleh, karena bos besar sudah melarangnya. Akhirnya aku iseng membuka google dan mencari dengan kata kunci "Siti Sholika," berharap menemukan satu foto yang cocok dengannya. Dan kuharap kata kunci itu benar (belakangan aku tahu ternyata kata kuncinya salah).

Jengjengjeng...!!! Tampillah hasilnya... Beberapa foto wanita.. Tak jelas siapa wanita-wanita itu. Hmm, kelihatannya tidak ada yang cocok... Tapi eits, ada satu wanita yang cantik. Dengan nama Siti Sholika? Wakakakakk... Aku menahan tawa...

Siti Sholika Siti Sholika

Iseng aku telusuri dari mana foto itu berasal. Ternyata Siti Sholika adalah seorang blogger. Aku baca sekilas. Blognya berdisain alay dan tampaknya telah lama ditinggal. Tapi tahukah kawan? Menurutku ia seorang gadis yang pintar.

"Kemudian saya teringat ucapan sahabat saya yang lain “De, gue mau mencintai perempuan yang solehah yang bisa mendekatkan gue kepada ALLAH“ jujur saya tidak setuju dengan pernyataan ini, karena buat saya mendekat kepada ALLAH itu hukumnya utama, persoalan apakah kemudian saya akan diberi pasangan yang soleh atau tidak itu mutlak hak ALLAH, karena kalau saya sudah memperolah cinta ALLAH maka pastilah ALLAH akan menitipkan saya pada kekasihnya yang lain, perempuan yang baik untuk lelaki yang baik dan sebaliknya, itu janji ALLAH dan ALLAH tidak pernah ingkar janji.

Jadi jangan dibalik seperti sahabat saya, cari perempuan dulu untuk mendekati ALLAH makanya gak dapat dapat dan mau sampai kapan begitu? perempuan gak dapat, ALLAH pun semakin jauh, yang benar adalah cari ALLAH dulu, dan jikapun cinta perempuan itu hadir, tanyakan lagi dan pulangkan  kepada ALLAH untuk mengukur apakah cinta ALLAH yang didahulukan atau sebaliknya :) jangan takut kehilangan."

Dan aku merasa DITAMPAR!!!
Tulisannya yang terkesan alay ternyata menamparku dengan prinsip yang aku genggam selama ini.

Yap. Jujur selama ini aku memegang prinsip yang membuatku merasa bahwa aku tak bisa mendekatkan diri kepada Allah seorang diri. Harus ada seseorang yang mendampingi. Mungkin aku termakan omongan temanku yang kira-kira begini, "Kata ayahku, seorang laki-laki itu belum jadi pria dewasa kalau belum menikah." Atau peraturan agama Yahudi yang katanya melarang umatnya mempelajari taurat jika ia belum menikah. Atau seorang dalang (pemain wayang kulit) yang tidak boleh hidup membujang, harus memiliki pasangan.

Di Hitman System pun sebenarnya telah diajarkan untuk menjadi seorang yang mandiri. Serba lengkap. Baru setelah itu mencari pasangan. Namun aku berpikir, jika sudah serba lengkap saat sendiri, lalu untuk apa pasangan? Setelah mempunyai pasangan, terus untuk apa? Pelajaran dari Hitman System aku tolak.

Jadi selama ini aku memegang prinsip bahwa aku baru lengkap setelah memiliki pasangan. Takkan bisa mendekatkan diri kepada Allah jika belum punya pasangan. Dan lagi biasanya kalau aku sudah punya prinsip, tak bisa dengan mudahnya goyah.

Tapi seorang wanita desa melalui tulisan di blognya telah menamparku dan meluluhlantakkan prinsipku.

Bagaimana bisa aku berharap seorang yang bisa mendampingi sedangkan aku belum memantaskan diri? Bagiamana Allah akan memberi pasangan yang baik sedangkan aku sendiri belum baik di mata Allah? Prinsipku dan doaku selama ini hanyalah sebentuk kebodohan dan kemalasan diriku saja yang mengatasnamakan ketaatan, padahal di balik itu semua tak ada ketaatan. Hanya kebodohan yang dibungkus dengan rapi dan manis.

Semestinya aku membaguskan diriku dahulu. Perkara jodoh itu urusan nanti. Allah yang mengatur. Kalau di Hitman System dikatakan, melengkapi diri sendiri dulu, setelah itu berbagi kelengkapan itu dengan orang lain.

Jadi seperti judul dari tulisan yang aku kutip di atas, sekarang pertanyaan untuk diriku sendiri: aku harus mengejar seorang wanita atau Allah? Aku memilih dia atau DIA?

Aku memilih DIA.

***

Thanks untuk Siti Sholika yang tulisannya sangat bagus. Aku tak peduli dia siapa, anak siapa, dari mana, masih aktif ngeblogkah, kenyataannya sepintar itukah, atau masih sealim itukah. Tak peduli. Yang aku peduli adalah beberapa paragraf tulisan di blognya itu telah menyadarkan. Hanya itu. Dan aku sangat berterima kasih. Setiap kebaikan yang aku lakukan semenjak aku memegang prinsip baru ini, semoga Allah menetapkan bagian kebaikan untuknya pula.

Dan sorry tanpa izin sudah mengambil sedikit tulisan dan foto yang ada diblogmu. Kalau kamu baca tulisan ini dan merasa keberatan, kontak aku. Dan ngomong-ngomong ini dia blognya Siti Sholika. sitisholika.blogspot.com

***

Buat Siti Sholikha yang satunya, mana tulisanmu?

 

Yang telah tersadar,
Rhana Rhadhiyant