Maka telah terbukti sudah bahwa angka 27 adalah angka yang keramat, yang mana kejadian yang terjadi di tanggal itu akan membawa keistimewaan.

Assalamu’alaikum.

Di kesempatan kali ini aku akan bercerita singkat. Tapi sebelumnya aku ingin bertanya, adakah suatu angka yang menurut kita penting? Yap, biasanya sih, ada.

Menurtuku dalam hidup ini ada beberapa angka penting, salah satunya adalah 27. Kenapa? Oke, aku ceritakan satu persatu.

1. Sholat

Hayo, kita tes pengetahuan agama kita. Ini biasanya ada di pelajaran anak-anak TPQ atau syi’iran yang dikumandangkan setelah adzan, yaitu tentang pahala sholat. Kalau sholat sendiri pahalanya satu derajat. Kalau sholat berjama’ah ada? Yap! 27 derajat. Nah, angka 27 keluar, kan? Bukti pertama kalau angka 27 itu penting.

2. Isra’ Mi’raj

Isra’ Mi’raj adalah suatu peristiwa yang sangat menghebohkan. Di mana pada masa 1400 tahun yang lalu, seorang manusia istimewa kecintaan Tuhan, Nabi Muhammad saw melakukan sebuah perjalanan yang menghebohkan.

Ada yang bilang itu adalah perjalanan astral, maksudnya yang melakukan perjalanan hanya roh Nabi saja sedangkan jasadnya tetap ada di dunia. Itu seperti yang dilakukan ibu temanku (yang katanya bisa melakuan perjalana astral) saat terjadi kecelakaan pesawat terbang di daerah Sulawesi. Kecelakaan ini menghebohkan seluruh Indonesia. Nah, katanya, ibu temanku saat itu mencoba perjalanan astral, dalam kondisi trance, dia berjalan-jalan di dalam laut Sulawesi. Rohnya menyusuri dalamnya laut kesana-kemari. Kemudian dia melihat wanita yang cantik penghuni laut dalam Sulawesi. Cuuuaannnttttiiikkk!!! Tapi kalau dilihat terus, kecantikan wajah wanita itu jadi terlihat sangat menyeramkan. Cantik tapi seram. Wanita itulah yang mengacaukan pesawat sehingga jatuh ke laut. Ibu temanku sampai ketakuan setengah mati saat rohnya sudah kembali.

Saat sudah tentang, ibu temanku mencoba lagi perjalanan astral, dan di perjalanan kedua ini ibu temanku memegang pensil dan peta. Anehnya, dalam kondisi trance, tangannya bergerak sendiri di atas peta dan menunjukkan suatu titik. Beberapa hari kemudian lokasi jatuhnya pesawat dipublikasikan dan ternyata lokasi itu sama dengan lokasi yang ditunjuk ibu temanku saat trance tadi.

Namun ada lagi yang bilang kalau Isra’ Mi’raj itu perjalanan yang ditempuh oleh segenap diri Nabi, baik roh dan jasadnya, yang berarti itu adalah perjalanan quantum menembus ruang-waktu. Perjalanan seperti ini banyak dilakukan oleh para wali dan kiyai. Kan sering ya kita dengar, kalau ada wali atau kiyai yang cuma berjalan kaki tapi bisa sampai di tempat jauh secara singkat. Seperti Sunan Giri yang berpindah dari pantai Gresik ke pantai Surabaya hanya dengan sekali langkah kaki. Konon katanya, pantai Surabaya itu yang bergerak mendekat ke pantai Gresik, sehingga Sunan Giri tinggal melangkah sekali untuk sampai di Surabaya.

Ngomong-ngomong jadi ingat Si Irin yang masih kelas 5 SD berbicara tentang dimensi ruang-waktu, “Mas mas, ternyata cara tercepat untuk berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain itu bukan dengan cara bergerak lurus, tapi dengan membengkokkan ruang di antara kedua tempat itu.” What? Kelas 5 SD sudah bicara seperti itu, lha aku waktu kelas 3 SMA saat mendapat pelajaran tentang ruang-waktu saja gagal paham.

Oke, kita kembali ke Isra’ Mi’raj. Apakah aku peduli dengan semua penjelasan perjalanan itu? Tidak! Terserah itu mau perjalanan itu berjenis astral atau quantum, yang aku pedulikan adalah perjalanan itu sangat keren dan membawa misi yang keren juga. Apa? Ya misi tentang sholat, kembali ke poin pertama di atas.

Dan satu lagi, tanggal kejadian itu pun juga keren. Tanggal berapa? Tanggal 27 Rajab. Nah, angka 27 lagi kan yang keluar. Maka telah terbukti sudah bahwa angka 27 adalah angka yang keramat, yang mana kejadian yang terjadi di tanggal itu akan membawa keistimewaan.

3. Surya Rhana

Nah, di poin di atas sudah aku jabarkan kekeramatan angka 27. Kejadian yang terjadi di tanggal itu akan memabawa suatu keistimewaan.

Konon suatu ketika nun dekat di sini, ada seorang wanita muda yang sedang hamil tua. Ia memiliki firasat bahwa bayi yang dikandungnya adalah laki-laki. Ia merawat kandungan sepenuh hati. Sebab dua anak laki-laki pertamanya telah meninggal dan yang tersisa adalah dua anak perempuannya.

Hingga saat itu tiba. Tanggal 27 Agustus. Saat fajar menyingsing. Wanita itu merasakan kontraksi di rahimnya. Dan dengan resiko berkorban nyawa, ia melakukan persalinan. Maka benarlah lahir seorang bayi laki-laki. Kelahirannya di tanggal 27 yang keramat dan menjanjikan sebuah keistimewaan. Waktu lahirnya bertepatan dengan berpijarnya surya di ufuk timur. Dan dia ada sebagai pemuas keinginan anak laki-laki pertama setelah sekian lama. Dia seolah menjadi penerang seluruh keluarga Rhanawangsa. Dia adalah Surya Rhana. Dan dia adalah, aku sendiri. Rhana Rhadhiyant. Hahahahaaa... =D

Oke-oke, cukup narsisnya.

Dan hei! Bukankah hari ini tanggal 27 Agustus? Yaha, berarti hari ini hari ulang tahunku.

Tapi bukan aku kalau heboh berpesta pora merayakan hari ulang tahun dan berharap ucapan selamat dari semua orang. Bagiku ulang tahun adalah hari mengevaluasi diri secara total. sudah apa saja yang dilakukan dalam satu periode penuh usiaku. Berpikir dan berpikir. Apa yang aku capai setahun ini? Sudah dewasakah aku ini?

Ya sudah, ya. Sampai di sini dulu. Sekarang aku ingi berpikir dan mengintrospeksi diri dulu agar dalam mengarungi periode usia selanjutnya bisa lebih baik dari sebelumnya. Sekian dari aku.

 

Yang sedang berpikir,
Rhana Rhadhiyant