"Home is where your heart belongs to" Betapa saya menyadari bahwa kehidupan yang saya jalani, lebih dari 80%nya mendapatkan campur tangan keluarga, termasuk untuk urusan hati dan masa depan.

I miss home...

When do I come back home...

Ungkapan-ungkapan inilah yang paling sering mencuat ketika saya sudah suntuk dengan semua beban kuliah atau kesibukan-kesibukan lainnya. Kapanpun saya memejamkan mata selalu terlihat wajah orang-orang terkasih yang selalu mendukung saya tanpa sekat.

Ini adalah artikel saya di Rhanawangsa.com, perkenalkan saya adalah anak ketiga di keluarga yang biasa-biasa ini. Jika mau memasukkan saudara-saudara kami yang lain ke dalam KK, maka saya adalah anak ketujuh dari delapan bersaudara. 

Sejak SMA saya sudah terpisah dari orang tua karena sistem asrama sekolah saya. Tidak ada yang istimewa karena sebenarnya banyak orang tua lain yang mengirimkan anak mereka ke boarding school sejak SMP bahkan SD. Namun bagi saya yang manja, perpisahan yang terjadi ketika saya harus kembali ke asrama tiap semester selalu berhasil membuat saya menangis, tanpa diketahui yang lain tentunya, dan menjadi cambuk bagi saya untuk berjuang di perantauan. Bahkan hingga detik ini, saya mencatat bahwa saya sangat cengeng kalau bahasannya adalah keluarga. Puk puk -___- 

Sehari yang lalu saya mendengar quote yang lumayan membuat saya mengharu biru

"Home is where your heart belongs to"

Betapa saya menyadari bahwa kehidupan yang saya jalani, lebih dari 80%nya mendapatkan campur tangan keluarga, termasuk untuk urusan hati dan masa depan. 

Thanks to my father who keeps standing still no matter how hard your position has been 

Thanks to my mother who has positioned yourself even in hardest condition only for us

Thanks to my sister who dares facing the world all alone

Thanks to my older brother who has been teaching me a lot about life

Thanks to my younger brother who cheers and colors my life

Thanks to my family for always making me strong