Akhirnya ganti aku yang mengatai Irin, "Kamu kemarin mengatai aku karena tahun lalu tidak sholat Ied, dan sekarang giliranmu yang tidak sholat Ied... Ahahahahahaaaa..." Aku tertawa dengan puas...

Yah, selamat datang di hari Idul Fitri, hari kemenangan yang kita tunggu-tunggu setelah sebulan penuh berjuang melawan semua yang merusak. Mulai dari kita menahan hawa nafsu, amarah, makan yang berlebih, hingga melawan kebiasaan bangun siang. Akhirnya kita sampai di hari raya ini, sholat Ied, dan kita kembali fitri. Amin...

Berbicara tentang sholat Ied, ada hal menarik dengan sholat Ied yang baru saja dilaksanakan.

***

Kilas balik ke tahun lalu, jujur saja, aku melewatkan sholat Ied. Bukan karena apa-apa, tapi karena, cek saja cerita di bawah ini...

Ceritanya, malam takbir tahun lalu, aku tidak bisa memejamkan mata. Entah karena kebiasaan begadang, atau sudah puas tidur siang, atau entahlah. Seingatku, karena sudah hampir subuh, kupikir sekalian saja tidak tidur. Pasti kuat. Toh tinggal sebentar lagi.

Begitu masuk waktu subuh, aku sholat. Lah kok tiba-tiba rasa kantuk yang sangat berat muncul setelahnya. Kelopak mata ini yang beratnya hanya beberapa gram rasanya seperti 1 ton.

Akhirnya orang-orang di rumah mulai bergantian mandi. Aku pun begitu. Semoga saja setelah mandi bisa menjadi lebih segar. Sambil menunggu aku berbaring di kamar dengan lampu yang dimatikan.

Aku merasa nyaman berbaring setelah semalaman tidak tidur. Sambil mendengar gemericik air dari kamar mandi. Nyaman. Nyaman. Setelah itu aku tidak merasa apa-apa... Kosong... Hampa... Damai...

Tiba-tiba aku mendengar ibu berteriak, "Hei, kok ndak sholat, seh!!!"
Aku bangkit dan menjawab, "Hah? Ndak sholat apa?" Aku gelagapan.

Aku lihat jam di dinding. Dan, what??!!! Jam 08.00!!!! Oh Tuhan, aku tidak sholat Ied. Aku bertanya, kenapa tidak dibangunkan? Orang-orang  serumah menjawab, justru aku dikira sudah berangkat lebih dulu karena melihat lampu kamarku yang sudah mati. Hoh...

Sudah terjadi. Aku tak sholat Ied waktu itu.

***

Dan sholat Ied tahun ini, aku sudah diwanti-wanti adikku Si Irin agar tidak terlewat sholat Ied lagi. Dia berkata, "Mas tahun kemarin sudah ndak sholat Ied, jangan sampai tahun ini ndak sholat Ied lagi, loh!" Kujawab sekenanya, "Ya ya ya..."

Pagi hari menjelang sholat Ied, setiap orang di rumah bergantian mandi. Hampir semua orang sudah siap, tinggal aku dan Irin. Irin mandi dahulu, setelah itu aku.

Baru saja aku masuk kamar mandi, Irin berteriak dari luar, "Mas, (masjid) Al Abror sudah mulai...!!!"
Kujawab dari dalam, "Yaaah. Terserah."

Aku mandi dengan santai. Saat keluar, ternyata televisi menyala. Ternyata Irin tidak jadi berangkat ke masjid dan memilih berangkat denganku, karena masjid yang akan ditujunya pasti jelas-jelas sudah di tengah sholat.

Kemudian aku bersiap. Menyalakan motor. Dan berangkat.

Aku dan Irin mencari masjid untuk sholat. Masjid Perum BCF sudah khotbah. Masjid Al Ghaniy Jasem sudah di tengah sholat. Masjid Al Abror, iya benar sudah sholat, sudah di tengah khotbah malah. Akhirnya tujuan beralih ke masjid Agung Sidoarjo. Karena ini masjid besar, semoga prosesinya lebih lambat. Kalaupun yang ini sudah terlambat, masih ada satu lagi masjid cadangan.

Akhirnya kami ngebut ke arah alun-alun, menuju Masjid Agung Sidoarjo.

Begitu tiba, ternyata sholat sudah mulai. Tapi masih raka'at pertama. Oke, masih sempat. Langsung parkir motor dan mencari tempat untuk sholat. Sedikit menyesal karena tidak membawa sajadah dari rumah.

Dapat tempat! Alhamdulillah... Itu adalah terpal milik warung yang berjualan di trotoar. Tapi kalau dipakai tanpa izin akan terhitung ghasab, dan sholatnya resiko tidak sempurna. Tapi karena sudah terpaksa, bodo amat! Langsung sikat!

Saat bersiap-siap untuk sholat, lah kok Irin tolah-toleh. Lantas dia bertanya, "Mas, wudlunya di mana?"
Aku jawab, "Lah, yo ndak ada." Karena memang tidak mungkin bisa berwudlu. Ini saja dapat tempat di pinggir jalan, jauh di luar masjid. Tidak mungkin bisa menjangkau masjid dan berwudlu di sana.

Irin bertanya lagi, "Mas sudah wudlu, tah?"
Aku jawab, "Iya sudah tadi di rumah. Kamu belum, tah?"
Jawab Irin, "Belum."
"Lah, resikomu. Resiko ndak sholat kamu..." Jawabku sambil tertawa...

Akhirnya ganti aku yang mengatai Irin, "Kamu kemarin mengatai aku karena tahun lalu tidak sholat Ied, dan sekarang giliranmu yang tidak sholat Ied... Ahahahahahaaaa..." Aku tertawa dengan puas...

Lantas dia menggosok-gosok pohon kecil di pinggir jalan, kemudian mengusap wajah dan tangannya. Kresek kresek kresek, pohon kecil itu sampai bergoyang kanan-kiri. Lantas dia berkata dengan lugunya, "Oke, aku sudah tayamum."

What???!!!! Tayamum katanya???!!!

Kataku, "Eh, tayamum apanya! Wong air banyak, kok."
Sanggah Irin, "Air apa? Itu ada air got!" Sambil dia mulai bersiap sholat."

Aku tak berpikir lebih lanjut. Langsung bersiap sholat, kemudian takbir. Di tengah sholat, aku menyadari ada timba berisi air bersih di depan kami. Halah, batal sudah tayamumnya Irin. Dan berarti batal juga sholatnya. Terhitung tak sholat Ied dia tahun ini. Aku sholat sambil menahan tawa.

***

Selesai sholat, karena tempat sholat adalah warung orang, kami berbegas pergi. Kami duduk di atas motor yang sedang diparkir sambil mendengarkan khotbah.

Saat mendengarkan, orang-orang mulai lalu-lalang untuk pulang. Ada yang ganteng, ada yang cantik, ada yang pakaiannya mewah, ada yang naik mobil. Tapi mereka pulang. Lah bodohnya mereka! Mendengarkan khotbah kan rukun sholat Ied, kalau tidak mendengarkan khotbah terhitung batal sholat Ied-nya.

Di sisi lain, ada beberapa kelompk orang yang tidak mau pulang, walau mereka duduk di tengah orang yang berlalu lalang. Mereka itu orang-orang yang gigih berjuang dalam ibadahnya, tetap bertahan untuk mendengarkan khotbah hingga selesai. Setelah khotbah selesai semua jama'ah berdo'a dipimpin imam, dan kami semua pulang.

***

Pesan moral yang aku dapat:

  1. Orang-orang (dan juga kita) seringkali tidak tahu apa rukun dari sebuah ibadah, apalagi memahami makna dan tujuan dari ibadah itu. Seringkali hanya mengikuti apa yang ada di masyarakat secara mentah saja. Misalnya sholat Ied. Karena biasanya setelah puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan itu masyarakat melaksanakan sholat Ied, ya akhirnya orang-orang ikut sholat Ied. Tapi sholatnya seperti sekedar formalitas saja. Asal sholat tanpa mengerti apa yang harus dilakukan dan tak boleh ditinggalkan.
  2. Wanita cantik dan berpakaian menarik itu banyak. Tapi kalau mau memilih jodoh nanti, mudah saja, akan kuberi dia pertanyaan singkat, "Kamu kalau sholat Ied, setelah sholatnya langsung pulang atau mendengarkan khotbah?" Kalau dia jawab langsung pulang, bodohnya dia. Lewat! Tapi kalau dia jawab mendengarkan khotbah, dia termasuk wanita yang baik dan mengerti hukum Islam. Oke, silakan masuk nona... Hatiku terbuka untukmu... =)

Sekian dari saya. Semoga bermanfaat dan kita semua mendapat ampunan Allah di hari besar ini.
Selamat  Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1435 H. Mohon maaf lahir dan batin.

 

Yang sedang mencari jodoh,
Rhana Rhadhiyant